Kapolres Bima Kota Sebut, Fenomena Nasional hingga Lokal, Mesti jadi Atensi

  • Share

Kota Bima, NTB (15/10) – Menjadi anggota Polri, tentu telah tersemat berbagai tanggung jawab, mengayomi, melidungi dan memberi rasa aman dan nyaman pada seluruh masyarakat.

Fenomena apapun yang terjadi baik skala nasional hingga lokal, tentu pula menjadi atensi Polri dalam menyikapi dan menangani sehingga kondisi Kamtibmas, menjadi poin penting yang harus terjawab.

Begitu penegasan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, saat upacara tradisi pembaretan Baja, Senin (12/10) di Halaman Mako Polres setempat.

Khusus bicara berbagai fenomena lokal yang terjadi belakangan ini, orang nomor satu di jajaran Polres Bima Kota ini, mengaku prihatin. Banyaknya peristiwa hukum yang mengiris hati dan rasa kemanusiaan, mulai dari bentrok, penganiyaan hingga berujung kematian, menjadi potret pilu yang mesti dicarikan akar dan solusi permasalahannya.

“Koq dengan mudah antara sesama saling bunuh membunuh. Ini potret yang mesti kita selesaikan dengan tegas, apa sesungguhnya yang terjadi dan apa penyebabnya,”ujarnya.

Belum lagi kata AKBP Henry Novika, dinamika berbagai aksi unjuk rasa serta bentuk protes warga, mulai dari soal perbankan hingga pertanian yang silih berganti disuarakan masyarakat. “Semua ini, mesti menjadi atensi khusus bagi kita semua jajaran kepolisian yang diberi tugas oleh negara untuk mengurai semua yang terjadi itu,”kata Kapolres.

Pada Satuan Binmas dan Satuan Intelkam, umumnya seluruh jajaran, Kapolres menginstruksikan agar, segera mendeteksi dan mengklasifikasi setiap persoalan yang terjadi.

Pada dua Satuan itu, Henry Novika memerintahkan, agar intens menjlin pendekatan dengan berbagai pihak, utamanya tokoh agama dan tokoh masyarakat, agar bisa bersama mengesekusi dan memberi pemahaman pada masyarakat, betapa hidup berdampingan tanpa saling menyakiti adalah hal yang penting bagi setiap umat beragama.

“Mintakan pada para tokoh agama, saat khutbah, betapa membunuh dan saling bermusuhan itulah adalah perilaku yang diharamkan Tuhan,”harapnya.

Diujung sambutannya, Kapolres mengingatkan para anggotanya, agar tetap humanis dan menjadi polri yang presisi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *