Kapolres Bima Kota Sebut, Era Digital 4.0 Perlu Bingkai Kearifan Lokal

  • Share

Kota Bima, NTB (17/11) – Kemajuan teknologi di era digital 4.0 sekarang ini, perlu dibingkai kearifan lokal dan kesadaran kolektif dalam menata kelola serta memaknai keterbukaan informasi tersebut.

Begitu refleksi dan gugahan yang disampaikan Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, saat menjadi pembicara pada Pelatihan dan Deklarasi Pemuda Damai Ambalawi, Selasa (16/11).

Acara yang digagas Lapkesdam PCNU Bima itu yang berlangsung di salah satu rumah makan di Ambalawi itu, Kapolres menyitir, era keterbukaan informasi publik dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih dan memudahkan siapaun, mengakses informasi apapun, perlu dimaknai dan dikelola dengan bijak.

Mengapa demikian ?, Kata pejabat nomor satu di Polres Bima Kota ini, era digital dengan akses informasi yang tidak terbatas ruang dan waktu ini, memanjakan siapapun untuk mengakses apa saja yang diinginkan.

Persoalannya, informasi yang diunggah dan diterima serta dikonsumsi publik, tidak saja bernilai positif, konten yang bernilai negatif, mulai dari yang berbau SARA, pornografi hingga yang berbau provokasi serta fitnah dan pencemaran nama baik seseorang, bercampur menjadi satu.

“Kalau ini tidak di filterisasi secara bijak maka akan menjadi konsumsi dan dogma yang berdampak pada konfilk horizontal bahkan vertikal,”kata Henry.

Nah, solusi cerdas untuk meminimalisir serta menyaring propaganda negatif yang terjadi di dunia media sosial di era digital 4.0 ini, tentu kearifan lokal yang membingkainya.

Kearifan lokal yang dimaksud sambung Kapolres, berupa Benteng diri dari nilai-nilai budaya dan agama yang kuat yang dimiliki.

Dengan begitu sebutnya, apapun informasi yang berkesan negatif, bisa ditutupi dengan cara pikir dan cara tindak yang berdasar nilai agama dan budaya dari daerah itu sendiri.

Generasi muda sebagai generasi penerus bangsa, kata Kapolres, mesti menjadi garda terdepan dalam membentuk opini yang positif dan mencerdaskan bangsa. Sebab ditangan pemudalah, keberlangsungan dan keberlanjutan negeri ini diharapkan.

“Generasi muda mesti menjadi pioner dalam membingkai kondisi daerah yang selalu ramai dan jauh dari instabilitas,”tutupnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *