Kapolres Bima Kota Hadiri Bedah Buku “Muhammad Adnan Arsal Pangilma Damai Poso”

  • Share

Kota Bima, NTB (19/9) – Muhammad Adnan Arsal Panglima Damai Poso. Begitu judul buku karangan penulis muda Khairul Anam. Sebuah buku otobiografi berlatar belakang konflik Poso.

Buku yang tengah populis dan grafiknya best seller ini, Sabtu (18/9) di bahas dan dibedah secara apik oleh sejumlah kalangan.

Buku berjudul Muhammad Adnan Arsal Panglima Damai Poso, kalo pertama dibedah di Bima NTB. Ponpes Al Madinah Bima, menjadi lokasi berkumpulnya para cendekia dan orang penting membahasnya.

Pemilik otobiografi yang diceritakan di buku itu, yakni Muhammad Adnan Arsal pun hadir, penulis muda Khairul Anam juga hadir sebagai nara sumber utamanya.

Hadir pula Ketua MUI Bima H Abdurahman Haris, Wakil dari MUI pusat. Tentu tidak ketinggilan Wakil Bupati Bima H Dahlan Muhammad Nur serta pejabat lainnya.

Bedah buku yang tengah viral itu, tidak luput dari perhatian dan dihadiri Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, Kapolres Bima dan Dandim 1608 Bima.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra, usai bedah buku di Ponpes Al Madinah Belo Bima menyebutkan, saat pembahasan dan bedah buku yang bercerita perjalanan panjang konflik Poso hingga tercipta kedamaian bersama, salah satu tokoh penting yang menjembatani proses perdamaian itu, tidak lain Muhammad Adnan Arsal.

“Beliau tokoh penting dibalik perdamain indah Konflik puluhan tahun yang terjadi di Poso. Peran penting Muhammad Adnan Arsal, diceritakan utuh dan apik di buku yang ditulis penulis muda hebat Khairul Anam,”kata Kapolres.

Memahami alur cerita yang disampaikan dalam buku itu, sambung Novika Chandra, menjadi penting. Sebagaimana tertulis dan dimaknai semua pihak saat bedah buku itu, bahwa lahirnya dan menjadi penyebab konflik Poso, adalah karena minuman keras dan pertengkaran para muda yang berimbas menjadi konflik antar warga agama.

“Ini menjadi catatan penting bagi kita semua, agar bisa memaknai apa yang terjadi di sekitar kita, sehingga tidak menjadi konflik dan penyebab keretakan berkepanjangan,”katanya. Buku ini kata Kapolres, menjadi media interospeksi diri bagi semua.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *