Dua Terduga Pelaku Rudapaksa Gadis Belia di Kebun Jagung

  • Share

Kota Bima, NTB (24/11) – Sungguh malang nasib gadis belia ini. Mestinya punya teman dan sahabat untuk melindungi, justeru berlaku tidak senonoh hingga merudapaksa dirinya.

Peristiwa rudapksa seorang gadis belia ini terjadi di kebun jagung Desa Kale’O Kecamatan Sape. Setidaknya dua terduga pelaku, menggeranyangi korban ini di kebun jagung pada Senin pekan ini.

Kapolres Bima Kota AKBP Henry Novika Chandra melalui Kasat Reskrim Iptu M Rayendra RAP, membenarkan kejadian na’as yang menimpa gadis belia tersebut.

“Ya benar terjadi rudapksa yang dialami korban pada Senin malam lalu,”jelas Rayendra, Kamis (24/11) siang ini.

Tim Penyidik Unit PPA, jelas Kasat Reskrim tengah melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Sape.

Dari keterangan yang diperoleh, urai Rayendra, awalnya terduga pelaku AK, mengajak dan menjemput korban di rumahnya, alasan jalan-jalan. Sesampai di sekitar TKP, AK lalu mengajak korban masuk ditengah sawah yang ditumbuhi jagung itu.

Ajakan terduga AK spontan ditolak gadis belia. Karena terduga AK memaksa, si korban ini mencoba kabur. Saat korban kabur, AK mengejar sembari memegang sebilah sajam. Apalah daya kemampuan seorang gadis, akhirnya AK berhasil mendapatkan korban di tengah sawah. Saat itu, AK langsung menarik tangan korban dan melampiaskan nafsunya dengan merudapaksa korban.

Aksi bejat AK memerkosa korban, dilihat oleh terduga TY. Seperti orang meminta jatah dan dengan ancaman pula, akhirnya korban kembali digeranyangi TY.

Korban yang tidak tahan diperlakukan seperti itu, berteriak. Puluhan warga yang mendengar  teriakan korban langsung menuju sumber suara. Saat hendak dikepung, satu pelaku menyerahkan diri. “Beruntung pelaku tidak diamuk massa. Karena cepat diamankan Bhabinkatibmas ke Polsek Lambu,”jelasnya.

Sementara ini satu terduga pelaku sambung Kasat Reskrim menjelaskan, telah diamankan. Satu terduga pelaku lainnya, masih dalam pengejaran.

Apakah ada terduga pelaku lainnya, pihaknya pun masih mengumpulkan keterangan, terkait kejadian tersebut dan apakah hanya dua orang saja sebagai terduga pelakunya.

”Korban masih belum mau menceritakan apa yang terjadi secara gamblang. Korban masih trauma,”tutup Kasat Reskrim.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *