Bahas Harkantibmas dan Percepatan Vaksin, Forkompinda Rakor di Mako Polres Bima Kota

  • Share

Kota Bima, NTB (31/10) –  Harkantibmas dan Percepatan Vaksinisasi Covid-19 di wilayah Kota Bima, menjadi topik penting pembahasan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Bima pada Rakor,  Sabtu (30/10) sore kemarin.

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mako Polres Bima Kota tersebut, jelas Kasi Humas Iptu Jufri Rama, dipimpin Wali Kota Bima HM Lutfi. Diikuti Ketua DPRD Kota Bima Alvian Indrawirawan, Kapolres Bima Kota, AKBP Henry Novika Chandra, Dandim 1608/Bima, Letkol Inf Teuku Mustafa Kamal, Sekda H Mukhtar, Kaban Kesbangpol Ahmad Fatoni, Sekertaris Dikes  Ahmad, Kepala BKPH MDM Ahyar HMA, Kabag Ops Kompol Nusra Nugraha dan Kasat Intelkam Iptu M Ananda.

Walikota Bima HM Lutfi menyampaikan, Rakor membahas 3 Isu strategis di Kota Bima, yakni percepatan Vaksinasi dan penambahan tenaga vaksinator, soal perambahan hutan dan antisipasi bencana alam.

Walikota menekankan semua pihak terkait dapat bekerja dan menyiapkan strategi di bidang masing-masing sesuai isu penting yang dipaparkan tersebut.

Untuk Dikes Wali Kota meminta paparkan informasi perkembangan percepatan vaksinasi. BKPH MDM  informasi hutan mana saja yang telah di buka jalan oleh masyarakat.

“Dalam antisipasi bencana alam dimana kita telah menasukin musim penghujan saya harap OPD terkait bekerjasama dengan TNI-Polri dalam mengantisipasi bencana alam,”harapnya.

Kepala BKPH MDM, menggambarkan perlunya melakukan infentarisir mengenai hutan yang sudah memiliki jalan, dimana di Wilkum Polsek Asakota masih di temukan 5   titik jalan yang merupakan wilayah Hutan. Dimana paska kita berkunjung terdapat penambahan jalan yang katanya suwadaya sebagai alasan untuk melakukan perambahan hutan dimana panjangnya lebih kurang 500 Meter.

Disebutkannya pula, telah terjadi perambahan hutan seluas 3 Hektar oleh Masyarakat Sekitar untuk menanam jagung dan buka jalan serta sejumlah gambaran lainnya.

Sekertaris Dikes Kota Bima menggambarkan,  secara Keseluruhan Jumlah yang telah tervaksin di Kota bima sebanyak 51 persen untuk dosis 1. Untuk stok Vaksin yang ada di Dinas Kesehatan Kota Bima sebanyak 25 ribu lebih dosis dan ini masih dalam status aman. Sementara untuk data Pcare yang belum di input masih ada sebanyak 4.000 Pcare Ketua DPRD Kota Bima, berharap Kota Bima, dapat mencapai target 70 persen warah yang divaksinisasi.

Mesti ada data yang valid, katanya siapa saja yang belum divaksin, termasuk aparatur sendiri.  Alfian berharap, Tim medis agar bekerja sama dengan cara saling mendukung antar PKM.

Mesti ada inovasi mengejar 70 persen vaksinasi untuk membentuk kekebalan Komunal di Wilayah Kota Bima. Karena Covid ini tidak dapat kita prediksi kapan akan berakhirnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Bima AKBP Henry Novika Chandra pada paparannya menyebutkan, perkembangan vaksinasi Covid-19 di Kota Bima dengan Target Kita Vaksinasi kepada 70 persen masyarakat Kota Bima.

Vaksinasi sudah  lakukan langkah-langkah diantaranya Herd Immunity dimana kegiatan Vaksinasi yang tertinggi terdapat di Kecamatan Rasanae Timur

“Kita belum memiliki data Vaksinasi perkelurahan untuk mendatakan Masyarakat di RT/RW yang belum melaksanakan vaksinasi, jadi kita dapat memastikan berapa yang belum dan sudah masyarakat yang sudah melaksanakan giat vaksinasi,”kata Kapolres.

Untuk menentukan sasaran dalam pelaksanaan vaksinasi saran Kapolres, menyasar, Sekolah, Pesantren.itupun kita baru mendapatkan 51 persen vaksinasi.  dimana kita hanya memiliki 84 tim Vaksinator. Kami mohon kepada Pak Walikota untuk membantu pelaksanaan kita, dimana terdapat selisih data sekitar 5000 Antara data manual dan p-Care.

Kapolres juga memberi sara dan masukan terhadap persoalan lain yang menjadi isu sentral yang tengah dihadapi Kota Bima.

Dandim 1608/Bima dalam paparannya, menekakan solusi dalam pemecahan masalah terutama masalah vaksinasi. dengan pemasalahan P care dapat mengirimkan anggota membantu melaksanakan penginputan data Pcare.

“Kita harus melibatkan Toga, Toma dalam pelaksanaan vaksinasi, untuk memberikan imbauan atau ajakan untuk vaksin,”sarannya.

Harus ditegaskan kembali kata Letkol Teuku Mustafa Kamal,  aturan perjalan baik darat maupun udara, karena pemerintah sudah jelas mengeluarkan aturan utk pelaku perjalanan harus telah vaksin.

Masyarakat yang melakukan pengajuan bank  sarannya,bagar memiliki kartu vaksin, dimana dalam melaksanakan administrasi pemerintahan harus memiliki kartu vaksin untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan Vaksinasi ini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *